Inisiatif independen alumni — bukan kanal resmi Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baca disclosure →

Esai · inSIGHT

Yang Tersisa dari Lonceng Subuh

Dua puluh tahun setelah meninggalkan asrama, ada bunyi yang tidak pernah benar-benar pergi. Esai tentang disiplin yang berubah menjadi kerinduan.

Penulis
Ahmad Zulfikar(Penulis Tamu)
Editor
Salma Huraira
Terbit
8 Agustus 2026
Durasi
6 menit

Lonceng subuh di asrama tidak pernah meminta izin. Ia membangunkan siapa saja dengan keyakinan penuh bahwa hari harus dimulai.

Bertahun-tahun kemudian, di apartemen yang sunyi, saya justru memasang alarm dengan nada yang mirip — dan baru sadar bahwa yang saya rindukan bukan bunyinya, melainkan kepastian bahwa ada yang peduli saya bangun.

Disiplin, ternyata, adalah bentuk kasih sayang yang baru bisa dibaca setelah jaraknya cukup jauh.

Esai ini bukan nostalgia manis. Ada juga yang perlu diakui: lelahnya, kerasnya, hari-hari ketika disiplin terasa seperti hukuman. Tetapi jarak memberi tafsir baru pada semua itu.

Mungkin begitulah cara pendidikan bekerja: ia tidak selesai saat kita lulus, ia baru mulai terbaca.

  • #refleksi
  • #asrama
  • #memoar

Cerita Lainnya