Inisiatif independen alumni — bukan kanal resmi Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baca disclosure →

Profil Alumni · inSIGHT

Dari Dapur Kontrakan ke Tiga Kota: Jalan Panjang Sambal Kemasan Ustadzah Rif’ah

Sepuluh tahun setelah lulus, Rif’ah membangun usaha sambal kemasan dari dapur kontrakan — dan memilih tumbuh pelan agar tidak kehilangan dapurnya sendiri.

Penulis
Nadia Rahmi(Kontributor Profil)
Editor
Fikri Ramadhan
Terbit
21 Agustus 2026
Durasi
8 menit

Dapur kontrakan itu hanya tiga kali empat meter. Di sanalah, pada 2016, Rif’ah menggoreng batch pertama sambal bawang yang kini dikirim rutin ke tiga kota.

Ia menolak dua tawaran investor pada tahun ketiga. Alasannya sederhana dan hampir terdengar kuno: ia belum yakin bisa menjaga kualitas kalau dapurnya bukan lagi miliknya sendiri.

“Saya tidak sedang mengejar besar. Saya sedang menjaga supaya usaha ini tetap bisa saya pertanggungjawabkan.”

Kini usahanya mempekerjakan sebelas orang, sebagian besar tetangga kompleks. Rif’ah terdaftar di direktori bisnis Guardian sebagai anggota terverifikasi — status yang, seperti selalu ia tegaskan, hanya menandakan afiliasi alumni, bukan jaminan rasa sambalnya.

Pelajaran terbesarnya bukan soal resep, melainkan soal ritme: tumbuh mengikuti kemampuan menjaga amanah, bukan mengikuti kecepatan pasar.

  • #kuliner
  • #umkm
  • #perempuan-berdaya

Cerita Lainnya