Inisiatif independen alumni — bukan kanal resmi Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baca disclosure →

Wawancara · inSIGHT

“Sinyal Datang Jam Sepuluh Malam”: Wawancara dengan Pengajar di Pedalaman Kalimantan

Enam tahun mengajar di hulu sungai: tentang kelas tanpa listrik, murid yang menyeberang dua desa, dan alasan untuk tetap tinggal.

Penulis
Salma Huraira(Redaktur Wawancara)
Editor
Nadia Rahmi
Terbit
5 Juli 2026
Durasi
9 menit

Wawancara ini dilakukan melalui tiga sesi panggilan suara — menyesuaikan jam sinyal di desa tempat beliau mengabdi, yang hanya stabil selepas pukul sepuluh malam.

Ia berangkat pada 2020 dengan niat mengabdi dua tahun. Kontrak batinnya diperpanjang sendiri: kini memasuki tahun keenam.

“Kalau semua orang menunggu fasilitas siap, anak-anak ini menunggu siapa?”

Tentang apa yang paling berat, jawabannya bukan medan atau gaji, melainkan rasa tertinggal — melihat kawan seangkatan tumbuh kariernya di kota. “Tapi ukuran tumbuh itu siapa yang menetapkan?” katanya, setengah bertanya pada dirinya sendiri.

Redaksi menyunting transkrip untuk keringkasan dan kejelasan, dengan persetujuan narasumber.

  • #pendidikan
  • #pengabdian
  • #pedalaman

Cerita Lainnya